ORANG YANG BERTAQWA REZEKINYA MURAH.
EMPAT MACAM REZEKI DARI ALLAH
Menuju masarakat yang bermanfaat didunia bererti di akhirat.
Berzikir, fikir dan ikhtiar.
Keep your hands busy with works; keep your mouth busy with
remembrance of Allah and leave inheritance as much as possible
Bismilahirrahmanirrahiim
Assalamualaikum wr wb
Allah Maha Kaya dan Pemberi Rezeki. Allah akan jamin hidup manusia
dimuka bumi ini. Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan kerjanya. Allah
akan tambahkan rezeki, sekiranya pandai bersyukur. Allah sediakan semua
keperluan manusia tanpa bayar satu senpun. Ada sebuah ungkapan
mengatakan "hidup adalah untuk makan ataukah makan adalah untuk hidup?"
Setelah saya membaca buku
pedoman hidup manusia, pendapat ungkapan di atas
adalah tidak benar.
Pepatah yang diatas hanya sesuai untuk makhluk-makhluk
Tuhan lainnya yaitu : "binatang". Mereka memang setiap hari mencari makan
(rezeki), setelah selesai makan mereka bermain-main dan kemudian tidur,
beranak, dan membesarkan.
Mereka tidak pernah memikirkan bagaimana mempunyai rumah yang indah, dan
mempunya alat pengangkutan yang canggih. Begitu pula mereka tidak memikirkan
siapa Tuhannnya, siapa yang menciptakannya, dan mahu kemana setelah mati.
Semenjak dulu lembu dan kambing tidak punya rumah. Makanannya tetap sahaja
rumput semenjak dulu kala. Hidupnya sehari-harian adalah mencari makan untuk
hidup. Tidak lebih daripada itu. Apakah manusia yang mempunyai akal sama
dengan binatang?
Apakah hidup hanya untuk mencari makan setiap hari? Apakah tidak ada lagi yang
harus dikerjakan untuk kebaikan (amal sholeh) atau memproduksi karya-karya
yang bermanfaat untuk kemajuan manusia?
Setelah saya membaca buku pedoman hidup, saya menemukan apa tugas manusia
sebenarnya di dunia ini menurut Tuhan yang menciptakan kita.
Allah berfirman : "Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu."
Q.S Az-Zaariyaat : 56
Pada ayat yang lain Allah berfirman :
"Dan kepada kaum Thamud, Kami utuskan saudara mereka: Nabi Sholeh. Dia
berkata: Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah! Sebenarnya tiada Tuhan bagi
kamu selain daripadaNya. Dialah yang menjadikan kamu dari bahan-bahan bumi,
serta menghendaki kamu memakmurkannya. Oleh itu mintalah ampun kepada Allah
dari perbuatan syirik, kemudian kembalilah kepadaNya dengan taat dan tauhid.
Sesungguhnya Tuhanku sentiasa dekat, lagi sentiasa memperkenankan permohonan
hambaNya."
Q.S Hud : 61
Allah juga berfirman :
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat :
Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya
(tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan
kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan
menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan
memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan
apa yang kamu tidak mengetahuinya. Manusia diangkat menjadi khalifah (wakil)
Allah di muka bumi ini."
Q.S Al-Baqarah : 30
Jelas sekali tugas yang diberikan oleh Allah kepada manusia, iaitu sebagai
wakil Allah untuk bekerja untuk Allah di dunia dengan mengikuti perintah-
perintahNya yang ada dalam
Al Quran dan Hadith, dalam membangun atau
menyejahterakan manusia dan agar manusia dapat beribadah dengan baik kepada
Allah swt.
Apa-apa yang diperlukan oleh manusia untuk hidup sudah disediakan. Baik di
dalam isi bumi yang berupa minyak, emas, timah dan lain-lain, di kulit bumi
berbentuk tanam-tanaman dan binatang ternakan, dan di laut ada bermacam-macam
ikan dan rumput laut. Semua itu adalah untuk manusia dan makhluk Tuhan
lainnya. Yang demikian itu agar manusia dapat mensyukurinya.
Binatang-binatang yang tidak mempunyai akal, kehidupannya tidak berubah banyak
dari generasi ke generasi. Sedangkan kehidupan manusia cepat berubah. Jika
dulu orang hanya ada unta atau kuda sebagai kenderaan. Sekarang ada kereta,
pesawat yang canggih,
kapal laut dan sebagainya.
Begitu pula
bentuk rumah, sudah sangat berbeza-beza dan bermacam-macam reka
bentuk dan rupanya. Dari rumah kaca sampai kerumah aluminium. Dari rumah di
bawah tanah, sampai rumah bertingkat-tingkat (kecuali manusia yang masih hidup
di hutan-hutan tertentu seperti yang ada di Brazil, dari generasi ke generasi
bahkan sampai sekarang masih hidup bertelanjang bulat).
Mengenai rezeki, manusia juga bermacam macam, ada yang miskin ada juga yang
kaya sekali. Sesungguhnya Allah tidak menginginkan manusia hidup susah dan
miskin. Allah menginginkan manusia hidup bahagia, sejahtera, aman dan
harmonis. Oleh kerana itu Allah menurunkan buku pedoman hidup manusia ke dunia
iaitu Taurat, Zabur, Injil dan terakhir yang sempurna, Al Quran. Kalau tidak,
manusia akan seperti mereka yang ada di hutan-hutan yang hidup bertelanjang
bulat, tanpa pakaian dan tiada malu. Itulah
sesungguhnya manusia jika hidup tanpa buku pedoman hidup, tanpa ilmu.
Mengenai rezeki yang diterima oleh manusia, atau berapa besar rezeki yang
diberikan oleh Allah kepada manusia sangat tergantung kepada 4 perkara.
Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana kepada makhluknya. Hanya Allah memberi
peringatan-peringatan kepada manusia dalam Al Quran, agar manusia tidak sesat
atau tidak salah pilih diantara dua jalan, iaitu jalan Allah yang ada dalam Al
Quran atau jalan sesat yang mengikuti kemahuan syaitan atau nafsu yang tidak
terkendali.
Allah berfirman :
"Dengan
nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani."
Q.S Al-Faatihah : 1
"Maka dia (Mariam yang dinazarkan oleh ibunya) diterima oleh Tuhannya dengan
penerimaan yang baik dan dibesarkannya dengan didikan yang baik, serta
diserahkannya untuk dipelihara oleh Nabi Zakaria. Tiap-tiap kali Nabi Zakaria
masuk untuk menemui Mariam di Mihrab, dia dapati rezeki (buah-buahan yang luar
biasa) di sisinya. Nabi Zakaria bertanya: Wahai Mariam dari mana engkau dapati
(buah-buahan) ini? Mariam menjawab; Ia adalah dari Allah, sesungguhnya Allah
memberikan rezeki kepada sesiapa yang
dikehendakiNya dengan tidak dikira."
Q.S Aali Imran : 37
"Dialah (Allah) yang menjadikan untuk kamu segala yang ada di bumi,
kemudian Dia menuju dengan kehendakNya ke arah (bahan-bahan) langit, lalu
dijadikannya tujuh langit dengan sempurna dan Dia Maha Mengetahui akan tiap-
tiap sesuatu."
Q.S Al-Baqarah : 29
"Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk yang bergerak di bumi melainkan
Allah jualah yang menanggung rezekinya dan mengetahui tempat kediamannya dan
tempat dia disimpan. Semuanya itu tersurat di dalam Kitab (Luh Mahfuz) yang
nyata (kepada malaikat-malaikat yang berkenaan)."
Q.S Hud : 6
"Dan bahawa sesungguhnya tidak ada (balasan) bagi seseorang melainkan
(balasan) apa yang diusahakannya;"
QS An-Najm : 39
"Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: Demi sesungguhnya! Jika kamu
bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu dan demi sesungguhnya,
jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras."
Q.S Ibrahim : 7
"Orang orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, Allah akan
berikan rezeki dari sumber yang tidak diduga duga." Q.S
Dari firman-firman diatas, jelas sekali Rasulullah saw memberi keterangan
kepada umatnya yang berbentuk peringatan-peringatan dan khabar gembira.
Ada 4 tingkat rezeki dari Allah:
1. Rezeki yang dijamin oleh Allah swt untuk setiap makhluk, termasuk manusia
yang berakal. Ertinya Allah akan memberikan makan, minum untuk makhluk hidup
di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah, seperti kita lihat orang-
orang yang tinggal di hutan-hutan, mereka dapat tetap hidup walaupun tanpa
ilmu Al Quran,
Injil ataupun Taurat. Begitu pula orang-orang yang tinggal di
kota-kota, walaupun ia tidak ada ilmu atau malas bekerja, ada sahaja orang
yang membantu mereka untuk memberi makan. Apakah Anda ingin seperti itu? Jika
mahu Anda pasti akan mendapat bantuan dari orang lain atau famili. Tak usah
takut kalau tidak akan makan. Semua rezeki dijamin Allah swt. Pertanyaannya,
apakah hidup kita ini hanya untuk makan?
2. Rezeki tingkat kedua adalah Allah akan memberikan rezeki kepada manusia
dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan. Allah akan memberikan rezeki sesuai
dengan apa yang dikerjakannya. Ertinya kalau ia bekerja dua jam, dapatlah
hasil yang dua jam. Kalau kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih
bersungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Allah Maha Adil. Kalau
orang ingin mendapatkan rezeki lebih banyak, ia haruslah belajar lebih banyak
dan bersungguh-sungguh bekerja. Itu adalah kuncinya.
3. Rezeki tingkat ketiga adalah rezeki yang "ditambah" oleh Allah swt. Inilah
rezeki yang disayangi yang kepada yang diinginkan oleh Allah swt. Kalau kita
pandai pandai mensyukuri pemberian Tuhan dan manusia, Allah akan tambahkan.
Kita dapat merasakan
kasih sayang Allah swt kepada kita, kerana rezeki dan
kebahagian selalu ditambahkan. PemberianTuhan : waktu, akal, panca indera
digunakan untuk mencari ilmu dan bekerja bersungguh-sungguh, maka rezeki akan
jauh lebih baik dari pada orang orang yang tidak ada ilmu, seperti contoh
orang-orang hutan Brazil. Bertahun-tahun rezekinya tetap sahaja mencari akar
tumbuh-tumbuhan. Atau orang-orang kota yang kurang ilmunya (malas) maka
rezekinya lebih sedikit. Atau suatu bangsa yang rajin membaca buku, maka
bangsanya lebih makmur daripada bangsa yang malas mencari ilmu. Lihatlah
Jepun atau negara-negara Barat yang rajin membaca buku yang bermanfaat dan sudah
menjadi budaya pada rakyatnya. Hidup mereka lebih sejahtera. Contoh kedua:
orang yang pandai mensyukuri bantuan dari teman-temannya, atau dari siapa
sahaja, ia akan mudah mendapat bantuan selanjutnya, tapi kalau ia tidak pandai
mensyukuri, atau tidak pandai berterimakasih akan bantuan
yang sudah diterimanya (bukan hanya berterimakasih dimulut sahaja) maka ia
tidak akan dapat bantuan lagi. Hidupnya akan susah lagi. Bukan Allah yang
menghendaki, tetapi ia sendiri yang tidak pandai bersyukur.
Orang-orang yang pandai, bersyukurlah kerana mendapat rezeki dan
kebahagian yang lebih banyak. Janji Allah tidak meleset sedikit pun!
Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera
dan tenteram. Usaha-usahanya akan mendapat kejayaan, kerana Allah
tambahkan selalu. Kekayaannya digunakannya di jalan Allah, sangat
dermawan, pangasih penyayang, taat menjalankan ibadah. Semoga Allah
menggolongkan kita kepada golongan orang-orang pandai bersyukur.
"Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepada Luqman, hikmat kebijaksanaan,
(serta Kami perintahkan kepadanya): Bersyukurlah
kepada Allah (akan segala nikmatNya kepadamu) dan sesiapa yang bersyukur maka
faedahnya itu hanyalah terpulang kepada dirinya sendiri dan sesiapa yang tidak
bersyukur (maka tidaklah menjadi hal kepada Allah), kerana sesungguhnya Allah
Maha Kaya, lagi Maha Terpuji."
Q.S Luqman : 12
"Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah
mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung
hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua
tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua
ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima
balasan)."
QS Luqman : 14
"Apa jua kebaikan (nikmat kesenangan) yang engkau dapati maka ia adalah dari
Allah dan apa jua bencana yang menimpamu maka ia adalah dari (kesalahan)
dirimu sendiri dan Kami telah mengutus engkau (wahai Muhammad) kepada seluruh
umat manusia sebagai seorang Rasul (yang membawa rahmat) dan cukuplah Allah
menjadi saksi (yang membuktikan kebenaran hakikat ini)."
QS An-Nisaa' : 79
"Orang-orang yang pandai bersyukur kepada Allah bererti ia pandai pula
bersyukur kepada manusia, begitu pula sebaliknya."
HR Baihaqi
4. Rezeki ke empat
Allah berfirman; "Orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, Allah
akan berikan rezeki dari sumber yang tidak diduga duga."
Q.S
Jadi rezeki yang ke empat ini amat istimewa, tidak semua orang yang boleh
menerimanya, kecuali orang yang betul-betul bertaqwa kepada Allah swt.
Tanda orang bertaqwa adalah; Kalau disebutkan ayat-ayat Allah kepadanya maka
menggigil hatinya ketakutan. Cuba kaji diri bagaimana ketaqwaan kita kepada
Allah? Sudahkan kita ketingkat orang yang bertaqwa seperti diatas?
Semakin diri ini kenal dan takut akan Allah dan mencintai Allah, ertinya makin
bertaqwa maka Allah akan bantu. Rezeki Allah akan tambah dari sumber yang
tidak diduga. Jadi orang bertaqwa rezekinya banyak dan mudah. Kalau sedikit
rezeki (miskin) pertanda ia kurang bertaqwa kepada Allah swt.
Demikianlah Allah mengatakan dalam Al Quran. Janji Allah tidak pernah meleset
dan selalu tepat.
Demikianlah, semuga ada manfaatnya. Kalau ada yang benar itu datang dari Allah
dan kalau ada yang salah datang dari kelemahan kami jua. Mohon dimaafkan dan
ditegur.
Wassalamualaikum wr wb.